Pemateri Pelatihan
Pelatihan Manajemen Surveilans yang dilaksanakan oleh Pengurus Daerah IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia)/Public Health Association of Indonesia Prov. Sulawesi Tenggara Republik Indonesia (11 Mei 2013)
Peresmian Gedung Baru FKM UHO
Bersama Rektor Universitas Halu Oleo Kendari “Prof. DR. Ir. H. Usman Rianse, MS”, dalam peresmian gedung baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo.
IAKMI : Bakti Sosial Korban Banjir
Tim bantuan sosial Pengurus Daerah IAKMI Prov. Sulawesi Tenggara, memberikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Kapoaila Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Republik Indonesia
Bersama Istri Tercinta
Dalam suasana lebaran idul adha 2013 bersama Istri “Devi Savitri Effendy”
My Lovely Son and His Sister
Belajar menyukai gitar di usia dini berdua bersaudara “Barakh Alfath Tosepu" dan "Sansiviera Kesha Qalbi Tosepu”
Minggu, Juni 26, 2011
Malinda Dee dan Jaminan Kesehatan Masyarakat
Senin, Juni 13, 2011
WABAH Escherichia coli (E.coli) YANG MEMATIKAN (Ramadhan Tosepu)
Mikroorganisme secara luas tersebar di seluruh bumi dan atmosfer. Mikroorganisme termasuk bakteri, virus, dan protozoa, parasit. Mikroskopis ini tidak terlihat dengan mata telanjang. Mereka ditemukan di semua permukaan air, termasuk danau, sungai. Banyak mikroorganisme dapat bertahan pada iklim yang ekstrim. Sebagian besar mikroorganisme dalam lingkungan dan ditemukan dalam air tidak berbahaya, tapi terdapat juga organisma yang berbahaya. Mikroorganisme yang paling penting bagi kesehatan manusia adalah mereka yang menyebabkan penyakit, yang disebut patogen
Pada pertengahan bulan Mei 2011 di Jerman dilaporkan terjadi wabah E.coli. Negara maju ini sangat kaget terhadap wabah yang melanda masyaraat, betapa tidak masyarakat yang begitu peduli tehadap kesehatan dan pemerintah yang serius mengurusi masalah kesehatan mengalami problem yang sangat besar,sungguh tidak dibayangkan akan hal ini terjadi,namun itulah penyakit kapan dan dimana saja bisa terjadi.
E. coli adalah salah satu coliforms tinja. Ia hidup dalam saluran pencernaan berdarah hangat hewan dan manusia. Sehingga E.coli ada dalam kotoran hampir semua hewan berdarah panas dan manusia. Kehadirannya dilingkungan adalah indikasi yang jelas dari kontaminasi tinja. E. coli dapat mengandung patogen dan akan berisiko terjadinya berbagai penyakit. Sehingga secara teori bakteri E.coli hanya bisa ada pada air, dari berbagai macam kasus bakteri E.coli bisa mencemari lingkunga perairan khususnya pada sumber air bersih. Hal inilah yang sering terjadi di beberapa negara berkembang. Kasus ini menjadi serius dan menghawatirkan karena sumber dan media penularannya bukan berasal dari air, namun berbagai buah seperti : mentimun. Strain. Diperkirakan kejadian E.coli ini muncul karena adanya strain baru yang dikenal dengan nama E. coli enterohaemorrhagic (EHEC). Penyakit yang disebabkan oleh E.coli berupa sakit perut seperti kram dan diare yang pada sebagian kasus bahkan dapat berdarah (haemorrhagic colitis) serta demam dan muntah. Masa inkubasi penyakit akibat E.coli berkisar antara tiga sampai delapan hari, rata-rata empat hari. Dengan strain baru ini E. coli enterohaemorrhagic (EHEC) telah mengembangkan sindrom hemolitik-uremik (HUS), yang dapat menyebabkan diare berdarah, gagal ginjal, kerusakan neurologis dan kematian.
BBC News melaporkan pada tanggal 8 juni 2011 Wabah tersebut telah mengakibatkan 24 orang meninggal, 2.400 orang terinfeksi dengan komplikasi yang menyerang ginjal. Selain itu Departemen Kesehatan RI menyampaikan bahwa ada beberapa negara di Eropa yang mengalami kasus yang sama, yakni Austria (2 kasus EHEC), Republik Czech (1 kasus EHEC), Denmark (7 kasus HUS dan 10 kasus EHEC), Prancis (6 kasus EHEC), Belanda (4 kasus HUS dan 4 kasus EHEC), Norwegia (1 kasus EHEC). Kemudian, Spanyol (1 kasus HUS), Swedia (15 kasus HUS dan 28 kasus EHEC), Swiss ( 2 kasus EHEC), Inggris (3 kasus HUS dan 4 kasus EHEC) dan Amerika Serikat (2 kasus HUS). Ini artinya negara-negara di Eropa harus diwaspadai oleh pemerintah, terlebih masyarakat yang aka bepergian ke Eropa.
Seandainya saja wabah ini terjadi di Indonesia maka ceritanya akan semakin menarik dan menjadi perhatian yang sangat serius, maksudnya adalah lembaga kesehatan dunia World Health Organization (WHO) akan memberikan peringatan yang sangat keras terhadap negara ini. Peringatan yang sama oleh pemerintah provinsi jawa tengah yang salah satu sekolah didaerah tersebut tidak mau melakukan penghormatan bendera, ancamannya “ditutup”. Namun tidaklah demikian di negara eropa,mungkin saja mereka berfikir dunia ini hanyalah milik mereka, sehingga dalam hal-hal tertentu digunakanlah standar ganda.
Tantangan dan perkembangan dalam keamanan makanan
Fokus dari wabah yang terjadi di Jerman mengarah pada pangan. Keselamatan makanan yang berasal dari bioteknologi perlu dinilai dengan hati-hati. Untuk menyediakan dasar ilmiah keputusan mengenai kesehatan manusia, metode baru dan kebijakan untuk menilai makanan seperti itu perlu dikembangkan dan disepakati secara internasional. Penilaian harus mempertimbangkan manfaat bagi kesehatan. Tanaman dimodifikasi untuk menolak hama, makanan dengan alergen dihapus atau makanan dengan peningkatan nutrisi yang sangat penting yang mungkin dapat dilakukan, contoh yang pertama, anti-mikroba dalam beberapa makanan yang dimodifikasi secara genetik telah diusulkan untuk menjadi yang terbaik. yang kedua. Penimbangan resiko dan manfaat potensial merupakan aspek penting penilaian makanan yang berasal dari bioteknologi yang belum mendapat banyak perhatian di masa lalu. Demikian juga, komunikasi yang jelas tentang dasar penilaian keamanan di daerah ini umumnya kurang diperhatikan pada tingkat nasional dan internasional. Jika tidak dipantau dengan baik, perubahan dalam praktek-praktek peternakan, termasuk makanan, mungkin memiliki implikasi yang serius bagi keamanan pangan.
Tantangan lain, yang harus ditujukan untuk membantu menjamin keamanan pangan, termasuk globalisasi perdagangan makanan, urbanisasi, perubahan gaya hidup, perjalanan internasional, pencemaran lingkungan, pencemaran yang disengaja dan alam dan bencana buatan manusia. Rantai produksi pangan telah menjadi lebih kompleks, menyediakan kesempatan yang lebih besar untuk kontaminasi dan pertumbuhan patogen. Banyak wabah penyakit bawaan makanan yang pernah terdapat dalam komunitas kecil mungkin sekarang mengambil dimensi global.
Upaya Pencegahan
Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah, yang sehat jauh lebih banyak. Mereka ini harus dilindungi agar tidak masuk dalam kelompok yang sakit termasuk masyarakat Indonesia, sehingga pendekatan Public Health (Kesehatan Masyarakat) memiliki peran yang sangat strategis. Secara personal masyarakat di anjurkan untuk menjaga kebersihan perorangan (personal hygiene), misalnya mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar dan sebelum makan. Cara ini sederhana namun tidaklah mudah untuk menerapkannya sehingga membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya.
Dari sisi pemerintah, kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang tersebar di seluruh negeri ini harus mengoptimalkan upaya karantina terutama warga yang berkunjung ke eropa khususnya jerman. Pihak kementrian pertanian juga dituntut untuk tetap mengawasi pangan terutama yang berasal dari negara eropa. Langkah ini akan jauh lebih efektif dalam mencegah penyebaran wabah E.coli jika dibandingkan upaya pengobatan yang melanda masyarakat. Kerugian ekonomi akibat masyarakat yang sakit akan memberikan nilai negatif bagi pembangunan bangsa. (Cengkareng,10 Juni 2011)
Kamis, Januari 06, 2011
Tim Sepak Bola Kesmas
Tim bola Kesmas FMIPA Unhalu, merupakan tim bola yang solid dan tangguh dalam memainkan bola. Tim ini terdiri dari elemen mahasiswa dari berbagai angkatan yang bergabung bersama dosen prodi Kesmas. dalam menghadapi lawan-lawanya tim kesmas mengacu pada semboyan "Libas Lawan Sisakan Nafasnya" maksdunya cetak gol sebanyak-banyaknya. Hahahaha...
Demikian, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merahmati dan meridhai kita semua.
salam,
Ramadhan Tosepu
Selasa, Desember 21, 2010
KEMATIAN DAN LAMBATNYA PELAYANAN KESEHATAN (Ramadhan Tosepu)
Membaca berita yang ditulis dalam media ini (Kendari Pos, edisi 20-10-2010), yang melaporkan adanya pelayanan kesehatan yang kurang baik diterima oleh pasien sehingga menyebabkan lambatnya pelayanan kesehatan di berikan pada pasien sehingga pasien mengalami kematian. Sungguh ironi kesehatan yang merupakan hak setiap warga negara, di zaman sekarang ini masih dikesampingkan. Rumah sakit yang harusnya memberikan pelayanan kesehatan kepada siapa saja yang membutuhkan, terlebih pasien yang dalam keadaan darurat. Kesemua itu tidak dijalankan sebagaimana mestinya, fungsi sosial rumah sakit merupakan yang utama. Peristiwa tersebut sangat memilukan apalagi saat ini pemerintah sulawesi tenggara beberapa yang lalu mengalami predikat buruk dalam pelayanan kesehatan, sekalipun rumah sakit tersebut bukan rumah sakit pemerintah, namun secara operasional pemerintah provinsi sultra melalui dinas kesehatan harus proaktif untuk melakukan pengawasan pusat layanan kesehatan tanpa memilah milik pemerintah atau swasta
RS PRAYOGA DAN DINAS KESEHATAN KOTA KENDARI, MET NAH ! Ramadhan Tosepu
Senin, Juli 19, 2010
Buku Kesehatan Lingkungan (Ramadhan Tosepu)
Tampaknya, kemajuan zaman dan perkembangan zaman tak lagi bisa dihindari. Kemajuan tersebut membuat manusia semakin sadar bahwa apa yang dimiliki di muka bumi ini hanyalah sementara. Oleh karena sifatnya sementara, maka kesemuanya itu haruslah dijaga kelestariannya.
Buku kesehatan lingkungan ini merupakan salah satu bentuk ilmu pengetahuan yang berisi tentang upaya menjaga lingkungan dengan menggunakan pendekatan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sajian buku ini disampaikan sesederhana mungkin, dengan maksud agar pembaca mudah memahami isi buku tersebut.
Beberapa hal penting disajikan dalam buku ini antara lain : Aspek Kesehatan Masyarakat Dalam Penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Sick Building Sindrome (SBS), Kesehatan Lingkungan Kawasan Pesisir, dan masih banyak lagi yang tentunya dapat bermanfaat bagi pembaca yang tertarik untuk mempelajari ilmu kesehatan masyarakat.
Akhirnya penulis buku ini mengucapkan selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Selasa, Mei 25, 2010
Dampak Penambangan Terhadap Kesehatan Masyarakat
Euforia Penambangan
Di negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi pertambangan cukup besar telah menempatkan tambang sebagai indikator kemajuan suatu daerah. Terlebih daerah memiliki ruang yang sangat luas untuk menerima investor pertambangan secara bebas tanpa harus meminta persetujuan dari pusat. Kebebasan inilah yang sering dimanfaatkan kedua belah pihak, baik dari pemerintah daerah, terlebih bagi para investor yang senantiasa melihat adanya peluang untuk berinvestasi. Pada dasarnya pertambangan telah ada di Indonesia sejak zaman belanda. Penambangan yang ada saat ini merupakan warisan dari belanda yang telah melahirkan kota-kota tambang. Apa yang telah diwarisi Belanda saat itu, oleh Presiden Soekarno pada zaman pemerintahannya berusaha untuk menasionalisasi semua perusahan-perusahaan asing yang ada di Indonesia tidak terkecuali yang dikembangkan oleh belanda. kondisi ini membawa keuntungan buat Indonesia. Betapa tidak, pertambangan yang dulunya dikuasai oleh pihak asing semuanya dikembalikan dan dikelola oleh pemerintah Indonesia. Kenyataan tersebut jauh apa yang terjadi saat ini, pihak asing dengan mudahnya masuk di Indonesia.
Fenomena seperti itu tidak asing lagi ditemukan di Negara ini, terlebih sumber daya hayati yang paling banyak dieksploitasi pemanfaatannya adalah sumber daya yang terdapat dalam ekosistem hutan hujan yang terletak di dataran rendah. Dari segi ekonomi memang ekosistem hutan semacam inilah yang dapat mendatangkan keuntungan terbesar karena mengandung kekayaan paling tinggi yang disebabkan oleh adanya keanekaragaman hayati yang terbesar pula. Lagipula bagian terbesar hutan-hutan Indonesia termasuk dalam hutan hujan tropis yang terletak di dataran rendah itu. Di dalam hutan semacam ini tumbuh berbagai jenis kayu yang bernilai ekonomis tinggi
Dampak Kesehatan Masyarakat
Di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat beberapa jenis penambangan seperti bijih nikel, aspal, mangan, oniks, emas, dan lainnya. yang tentunya dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa kegiatan penambangan yang menggunakan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan mineral yang tentunya bila tidak dikelola dengan baik akan mencemari lahan, air, dan udara, menyebabkan masalah-masalah kesehatan bagi para pekerja dan orang-orang yang tinggal di sekitar tambang. Bahan-bahan kimia beracun yang digunakan dalam pertambangan termasuk sianida dan merkuri. Dampak buruk penambangan terhadap kesehatan masyarakat, seperti keracunan logam berat, infeksi cacing tambang, diare, infeksi saluran pernapasan atas (ispa) dan infeksi menular seksual sebagai konsekwensi logis dari semakin banyaknya yang keluar dan masuk pada daerah penambangan yang tidak memperdulikan lagi nilai-nilai luhur bangsa ini, seperti munculnya pergaulan bebas.
Sebagai contoh sianida, penggunaan sianida dilakukan untuk memisahkan emas dari bijih batuan. Dalam bentuk yang murni, sianida tidak berwarna dan baunya seperti kacang almond pahit. Bila sianida dicampur dengan bahan-bahan kimia lainnya, bau ini bisa tidak tercium. Bahan ini bisa digunakan dalam bentuk bubuk, cair atau gas. Sianida dapat mematikan jika ditelan. Hanya diperlukan sebesar sebutir beras untuk mematikan seseorang. Pemaparan dosis rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembengkakan di leher (gondok), yang dapat juga disebabkan oleh kekurangan gizi. Selanjutnya Merkuri, penggunaan merkuri anorganik dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan merkuri organik dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Kadar metil merkuri yang berakibat fatal adalah 0,5 gram/kg BB.
Pada daerah penambangan baru akan dilaksanakan pembukaan lahan, tentunya banyak daerah memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda akan kondisi lingkungan tersebut, misalnya ada beberapa daerah yang memiliki endemik malaria. secara teori malaria hidup pada daerah lembab, misalnya di hutan. Dalam pembukaan lahan, hutan akan di babat habis dengan menggunakan berbagai macam alat berat. Kondisi ini akan membawa habitat nyamuk anopheles sebagai penyebab malaria kehilangan habitat, sehingga tidak ada pilihan lain nyamuk anopheles akan berpindah habitat, yaitu kerumah masyarakat yang berada di sekitar daerah penambangan. Akibatnya jika nyamuk ini berada disekitar masyarakat maka cepat atau lambat masyarakat yang berada di sekitar penambangan akan diserang penyakit malaria.
Pencegahan
Tentunya, tidak berarti kegiatan penambangan tidak bisa dilakukan, tidak dapat dipungkiri masuknya investor pertambangan sedikit atau banyak akan membawa keuntungan bagi suatu daerah, namun sebelum melakukan kegiatan penambangan terlebih dahulu harus memperhatikan beberapa aspek lingkungan, misalnya Prasyarat Lingkungan Hidup. Ini sangat penting oleh karena dampak dari kerusakan lingkungan hidup akan bermuara pada penurunan derajad kesehatan masyarakat. Jika penduduk Indonesia ingin mendapatkan manfaat dari sektor pertambangan, maka berbagai aktifitas pertambangan harus dilakukan dengan mengikuti kaidah yang menjaga kelestarian lingkungan hidup dan memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Indonesia telah mengadopsi pendekatan umum dalam masalah pengelolaan lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup merupakan otoritas utama dalam mengatur dan memonitor berbagai aspek lingkungan dari sektor pertambangan. Proyek pertambangan yang memberikan dampak lingkungan hidup harus melakukan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini sesuai dengan cara-cara yang berlaku secara internasional. Lebih Penting Lagi Pelaksanaannya. Prosedur AMDAL mencakup Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Kelola Lingkunga (RKL), Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL). Hal yang patut diperhatikan adalah ketegasan bahwa proyek konstruksi pertambangan tidak dimulai sebelum ANDAL disetujui.
Cara terbaik untuk menghindari bahaya dari bahan-bahan kimia beracun, termasuk logam-logam berat adalah dengan tidak menggunakannya.Tetapi jika racun-racun tetap harus digunakan, ada cara-cara untuk menghindari dan mengurangi bahayanya. Gunakan peralatan pelindung jika memungkinkan, Cuci tangan berkali-kali sepanjang hari, Jangan menyentuh muka, atau menyentuh orang lain jika sedang bekerja dengan bahan kimia beracun atau berada di sekitar bahan beracun kecuali jika Anda mencuci tangan lebih dulu. Tuntut agar pengusaha tambang mengurangi debu tambang dan pencemaran udara, Jangan pernah makan di sekitar tempat pemakaian, pencampuran dan penyimpanan bahan kimia, Simpan bahan kimia secara aman.
Telah banyak informasi akan dampak dari penambangan baik positif maupun negatif, pilihannya ada pada kita semua. secara personal mari kita mengawasi kegiatan penambangan, jangan ragu untuk menyampaikan kegiatan penambangan yang merusak lingkungan. Ingat, lingkungan menjadi rusak/tercemar kesehatan masyarakat menjadi taruhannya. Tetapi mari beri dukungan pada perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan yang senantiasa memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitar penambangan. Sehingga jika pengawasan yang dilakukan semua pihak berjalan sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa ini, maka tidak diragukan lagi kesejahteraan masyarakat akan tumbuh, terlebih masyarakat akan berada dalam kondisi yang sehat.










